M. Faisal Aswan dan M. Dunir Tempati Kamar Berisi 25 Orang

Rabu, 01 Agustus 20120 komentar


Akhirnya, dua tersangka kasus suap PON, Faisal Aswan dan M Dunir dibawa kembali ke Pekanbaru, Selasa (31/7). Kedua tersangka ini dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (24/4) lalu. Kini, setelah dibawa kembali ke Pekanbaru, Faisal dan Dunir menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru. Dengan didampingi oleh petugas KPK, keduanya mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, pukul 18.10. Mereka menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 176.

Saat turun dari pesawat, keduanya mengenakan jaket putih yang bertuliskan Tahanan KPK. Tidak ada perlakuan istimewa terhadap keduanya. Mereka dibawa menuju Lapas dari Bandara SSK II melalui terminal kedatangan umum. Setelah tiba di Pekanbaru, karena waktu berbuka sudah dekat, kedua tersangka bersama beberapa orang penyidik, memutuskan untuk berbuka terlebih dahulu. "Kami berbuka di jalan," kata Faisal Azwan. Dua orang ini tiba di Lapas Kelas II A Pekanbaru pukul 19.35 menggunakan mobil dengan Nopol BM 1303 MD. Keduanya pun bergegas masuk ke dalam Lapas untuk mengurus proses administrasi.

Faisal dan Dunir sempat menyalami wartawan yang telah menunggu mereka di Lapas. Faisal bahkan sempat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada awak media. Faisal mengungkapkan, dia sangat bersyukur bisa kembali ke Pekanbaru. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," kata Faisal saat Tribun menanyakan bagaimana perasaannya bisa kembali ke Pekanbaru. Dia menambahkan, kasus yang saat ini menimpanya juga bisa segera mendapat kepastian hukum.

Sementara itu, Kalapas Pekanbaru, Alfi Zachrin melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pekanbaru, Bejo membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kedua tersangka itu merupakan titip dari KPK karena berkasnya sudah P-21. Ditambahkan Bejo, Faisal dan Dunir akan ditempatkan di Blok A kamar nomor 4 dan 5. Masing-masing satu kamar, sebelumnya diisi oleh 24 orang. "Sekarang dengan kedatangan keduanya (Faisal dan Dunir) satu kamar masing-masing akan dihuni 25 orang," jelas Bejo.

Ditegaskan Bejo, dia tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada mereka. Bejo mengungkapkan, kamar yang dihuni keduanya hanya berukuran 7 meter kali 6 meter.


Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU