Gubernur Riau Rusli Zainal
mencurahkan isi hati dalam pidato apel upacara pada Senin (11/2) pagi di
hadapan ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di halaman kantor Gubernur Riau. Rusli berulang kali mengatakan musibah
yang menimpanya saat ini cukup berat dan akan menghadapi hari-hari yang berat
pascaditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi.
Rusli Zainal disangkakan sebagai
pemberi sekaligus penerima suap proyek PON Riau dan penyalahgunaan izin
kehutanan. "Jujur saya katakan cukup berat berbagai musibah yang menimpa
saya ini," ucap Rusli Zainal yang mengenakan pakaian safari dan berkaca
mata hitam saat berpidato sebagai pembina upacara.
Rusli mengatakan apel upacara kali ini
sebenarnya sama dengan apel rutin biasanya, kecuali yang berbeda pada dirinya.
"Saya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang terjadi pada saya tidak
menurunkan spirit melaksanakan tugas program pembangunan Riau," ujarnya. Menurut Rusli, pada saat penetapan
dirinya tersangka oleh KPK pada Jumat (8/2), ia sempat diberitakan menghilang.
Padahal dirinya sedang bekerja dinas di Jakarta untuk mempersiapkan Islamic
Solidarity Games (ISG).
"Ketika peristiwa itu saya sedang
berada di Jakarta. Itu hari Sabtu, hari libur, saya disebut menghilang. Musibah
saya ini benar cukup berat saudara-saudara sekalian," ungkapnya.
Ia melanjutkan kalau dirinya tidak
memberikan pernyataan di media, ia dibilang menghilang. "Saya masih
berdiri tegak berada di antara masyarakat saya dan saya tidak ke mana-mana.
Sebagai politikus dan pemimpin saya menyadari benar risiko dalam mewujudkan
pembangunan Riau," ujar Rusli dengan tangan kelihatan gemetar melipat
kertas teks pidato.
Rusli melanjutkan masa kepemimpinan
selama dua periode atau selama hampir 10 tahun sejak 2003-2013, Riau mengalami
kemajuan yang pesat. "Hampir 10 tahun bersama-sama membangun Riau.
Hasilnya seperti kita lihat ini. Yang kita capai hari ini, saya tahu masih
banyak yang belum diwujudkan," ujar Rusli. Rusli juga memohon maaf
sebesar-besarnya karena sebagai manusia juga memiliki keterbatasan. Dia tidak
akan pernah merasa sakit hati kepada pihak-pihak yang selama ini kerap
mendorong dirinya jatuh menjadi tersangka.
"Saya sudah cukup kenyang dengan
berbagai keadaan menimpa saya. Yakinlah di masa akhir jabatan saya. Saya
menyatakan saya tidak akan pernah merasa sakit hati. Rasa pengabdian yang
tinggi untuk melaksanakan bagi Riau, Tuhan akan mencatat sebagai ibadah,"
ungkap Rusli. Rusli juga menyinggung soal
komitmennya mendukung KPK dan pemberantasan korupsi. "Sejak kali pertama
menjabat pada 2004 saya bersama-sama Ketua KPK waktu itu Pak Taufiequrachman
Ruki mengumpulkan seluruh kepala daerah dan DPRD di Riau meneken pakta integritas.
Riau juga yang paling banyak menggunakan tenaga akuntan. Ada 200 akuntan demi
transparansi," ungkapnya.
Ke depan untuk menyambut momen besar
ISG pada Juni 2013, Rusli meminta perhatian seluruh jajarannya untuk mendapat
mensukseskan event bersejarah dan amanah bertinta emas bagi Provinsi Riau.
"Meski saya nanti tidak memimpin sebagai Ketua ISG pada Juni, saya meminta
lanjutkan. Ada 5.000 atlet dari 40 negara Islam yang berkumpul di Riau,"
ungkapnya.
Setelah apel upacara selesai, Gubernur
Riau Rusli Zainal lalu melayani acara ramah-tamah saling bersalaman dengan para
PNS. Saat menyalami PNS, Rusli tampak tak kuasa menahan tetesan air mata yang
jatuh di pipi meski berusaha tegar sambil tersenyum dan ditutupi kaca mata
hitam.
Sumber : Metrotvnews.com

