Ratusan superter pendukung PSPS Pekanbaru dari Asykar Theking dan Bomexs Pekanbaru yang tergabung dalam Save PSPS Pekanbaru, lakukan aksinya demo dikantor Walikota Pekanbaru. Massa pendukung Club PSPS Pekanbaru ini, Kamis (31/01) pagi, dalam aksinya mereka juga membawa alat-alat drum band dan juga membawa kembang api asap. Tampak wajah-wajah heroik mereka saat melakukan aksinya demi klub bola PSPS Pekanbaru, kesayangan mereka ini.
Aksi mereka sambil menari-nari dan mengeluarkan kata-kata tak pantas yang ditujukan ke Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Massa beranggapan, Walikota Pekanbaru tidak ada sedikit pun memperhatikan Club kesayangan mereka ini. Hal ini dibuktikan, dengan akan di jualnya Club Bola ini ke pihak lain.
Korlap aksi, Teguh Santoso, koordinator Bomex Pekanbaru didampingi Jufriadi, Dirjen Askar Theking dalam orasinya mengatakan, mengajak seluruh element masyarakat Pekanbaru untuk ikut dalam aksi save PSPS Pekanbaru ini.
“Kita juga menghimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di Riau, agar ikut berperan serta dalam menyelamatkan keuangan Tim PSPS Pekanbaru dalam bentuk sponsor ship,” ujar Teguh.
Selain itu, jelas Teguh, menghimbau kepada Bank Riau Kepri selaku Badan Usaha Nilik Daerah Riau, agar berperan aktif serta menyelamatkan keuangan Tim PSPS Pekanbaru dalam bentuk sponsor dan donasi. Massa yang tampak sangat bersemangat ini, terus melantunkan lagu-lagu yang liriknya menghujat-hujat Walikota Pekanbaru, Firdaus Mt sambil berorasi.
Dalam orasinya, massa menuntut janji Walikota Pekanbaru untuk membantu keuangan Tim PSPS Pekanbaru melalui sponsor dan donasi, sebagai mana yang pernah Walikota janjikan. Menuntut Walikota Pekanbaru agar menggandeng perusahaan-perusahaan yang ada di Pekanbaru dan Riau agar menyelamat keuangan tim PSPS Pekanbaru dalam bentuk sponsor dan donasi.
Mereka juga mendesak Walikota untuk menepati janjinya, memperbaiki kondisi runyam keuangan dan manajemen PSPS Pekanbaru. “Kami menuntut Gubernur Riau, Rusli Zainal, selaku Kepala Daerah Provinsi Riau untuk mengeluarkan izin pemakaian Stadion Kaharuddin Nasution dan Main Stadium Utama Riau selama satu (1) musim,” pinta Jufriadi, Dirjen Askar Theking.
Sekitar pukul 11.30 Wib massa dibubar paksa oleh aparat kepolisian karena aksi demo bertindak anarkis dengan membakar ban bekas dan melempar batu ke pasukan Satpol PP yang siaga di dalam pagar kantor Walikota.
Sumber : http://www.riaueditor.com
