Perseteruan kepemilikan lahan Pasar Cik Puan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan Pemerintah Kota Pekanbaru berakhir sudah. Hal ini ditandai dengan melunaknya Pemprov kepada Pemko, dan menyerahkan pengelolaan Pasar Cik Puan kepada Pemko. Juga diperkuat dengan mesranya hubungan Gubernur Riau Rusli Zainal dengan Wali Kota Pekanbaru Firdaus, pada pertemuan beberapa hari terakhir.
Melunaknya Pemprov ini setelah menempuh waktu yang panjang, yakni sejak akhir tahun 2011 lalu. Pada saat itu terjadi saling klaim kepemilikan lahan Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai. Hal ini membuat Pemko Pekanbaru membatalkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung Pasar Cik Puan tersebut.
WaliKota Pekanbaru, Firdaus kepada Tribun membenarkan kalau Pemprov sudah menyerahkan pengelolaan Pasar Cik Puan ke Pemko Pekanbaru. Namun, Pemko tidak akan membangun gedung Pasar Cik Puan itu dengan menggunakan dana APBD, melainkan mencari pihak ketiga untuk bekerjasama. "Memang pengelolaan sudah diserahkan kepada Pemko, namun kami merencanakan pembangunan gedung pasar itu tidak lagi menggunakan dana APBD, namun bekerjasama dengan pihak ketiga. Namun yang pasti, konsepnya kami ingin semuanya untung, pemerintah untung, pedagang untung dan pasar termanfaatkan dengan baik," ungkap Firdaus.
Menurut Firdaus, pembangunan dan pengelolaan pasar oleh pemerintah lebih banyak membebani pemerintah daripada menguntungkan. Begitu juga pedagang, sering dirugikan karena kurangnya pelayanan di gedung pasar tersebut.
"Kalau pembangunan menggunakan APBD, jelas membebani APBD, dan tiap tahun juga akan ada subsidi untuk operasional, sehingga APBD terkuras hanya untuk pasar, sementara infrastruktur banyak yang masih kurang. Misalnya Pasar Rumbai, tiap tahun pemerintah mengeluarkan dana untuk subsidi biaya operasional. Sementara kondisi pasar sebegitu juga, dan pedagang juga tidak nyaman dalam menjalankan usahanya," terang Firdaus.
Setelah diperhatikan, ulas Firdaus, juga tidak menguntungkan pedagang., karena sedikitnya kunjungan dan minimnya fasilitas serta kenyamanan dan berjualan. "Untuk itu, kami ingin semua untung tanpa ada subsidi setiap tahun. Maka, kami merencanakan pembangunan akan bekerjasama dengan pihak ketiga," ujar Firdaus.
Apakah akan dikelola PD Pembangunan? Firdaus enggan memastikan, namun ia menyatakan bahwa ia akan mencari solusi terbaik untuk Pasar Cik Puan
