Keberhasilan perenang andalan Riau, I Gde Siman Sudartawa pada PON XVIII 2012, dengan mempersembahkan dua emas, satu perak dan tiga perunggu, untuk tim Lancang Kuning, menjadikan prestasi tersebut sebagai sejarah baru bagi cabor renang Riau.
Sebab selama ini, di ajang PON, cabor renang Riau belum pernah menyumbangkan medali. Hadirnya Siman, membuat target Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Riau, tercapai dalam menyumbangkan medali untuk Lancang Kuning. Seperti diketahui, Siman Sudartawan merupakan atlet junior kelahiran Klungkung, Bali 8 September 1996. Dia direkrut Ketua Badan Pembina Pelajar Olahraga Seluruh Indonesia (Bapopsi) Riau, Sanusi Anwar sejak Popnas di Yogyakarta 2009 lalu.
Saat itu, Siman masih tergolong atlet junior (15 tahun) dan prestasinya belum sementereng sekarang. Namun dengan prestasi plus pemantauan yang dilakukan Sanusi Anwar saat itu, Siman akhirnya direkrut menjadi atlet Riau.
Setelah resmi direkrut, Bapopsi Riau memasukkan Siman ke SMU Olahraga Pekanbaru, dan menitipkannya latihan di Jakarta. Target Bapopsi Riau merekrut Siman hanya lah untuk Popnas di Riau tahun 2011 lalu.
Hanya saja, dengan prestasi yang ditorehkannya, KONI Riau akhirnya memasukkan Siman sebagai atlet andalan Riau dalam meraih medali emas di PON XVIII. “Setelah saya gabung di Riau, banyak peningkatan terhadap prestasi saya. Karena memang pembinaan di Riau sangat baik. Pak Sanusi Anwar yang mengawali semua hasil yang saya dapat sekarang,” kata Siman Sudartawan saat berbincang dengan Tribun, Minggu (16/9).
Dengan pembinaan kontinue yang dilakukan Bapopsi Riau, Siman akhirnya beberapa kali mewakili Merah Putih di ajang internasional. Terakhir di Olimpiade London 2012, Siman merupakan satu-satu wakil Asia di cabor renang gaya punggung 100 meter.
Sebelumnya, Siman sukses meraih empat emas di SEA Games 2011. “Meski prestasi yang saya dapatkan sudah membanggakan Indonesia, tapi itu semua berawal dari Riau. Karenanya, saya tetap menjadi atlet Riau untuk event-event ke depan,” janjinya
Sumber : pekanbaru.tribunnew
