PON Riau, Berpacu Melawan Waktu

Senin, 03 September 20120 komentar


Kesibukan terlihat di venue cabang menembak PON 2012 di Rumbai, Riau, ke­marin (2/9). Beberapa pe­kerja merapikan pelataran venue. Se­bagian lagi merampungkan arena di dalam gedung. Panas men­ye­ngat yang mencapai 32 derajat Celsi­us tak menyurutkan se­ma­ngat para pekerja itu. Mereka terus bekerja.

Maklum, venue me­nem­bak memang menjadi salah satu sorotan menjelang pelak­sa­naan PON 2012. Hingga ke­marin, arena tersebut ma­sih belum juga kelar. Dari pe­nga­matan JP­NNvenue me­nembak bisa di­bi­lang jauh dari siap. Padahal, PON 20­12 dibuka sepekan lagi.

Bagian luar gedung masih amburadul.  Bagian dalam ge­dung utama juga sangat kotor. Pa­pan target belum terpasang. Salah seorang penjaga yang tak mau dise­butkan namanya me­nga­takan, pembangunan akan dilanjutkan untuk mengejar hal yang fu­ngsional. Artinya, tak perlu mewah asalkan lomba tetap bisa berjalan.

“Dana untuk fungsional ini ha­nya Rp 1,9 miliar. Tidak cu­kup. Karena itu, tidak perlu dikeramik. Cukup pakai karpet plastik. Tiang penyangga juga tak dicat. Nanti ditutupi dengan banner saja,” terangnya.

Kondisi serupa terlihat di venue sofbol dan bisbol, sekitar 50 meter dari arena menembak. Kemarin para pekerja masih bekerja keras merampungkan berbagai kekurangan. Di an­ta­ranya pelataran dan pe­ma­sa­ng­an papan skor. Meski dikebut, hasilnya tidak akan maksimal. Bagian yang tidak mungkin ter­selesaikan adalah pem­ba­ngu­nan irigasi yang mengitari venue.
Saat ini irigasi itu dibiarkan begitu saja tanpa terlihat langkah pengecoran. Kondisi di tempat ini makin parah dengan tribun penonton yang belum selesai serta kondisi lapangan yang di beberapa bagian terlihat gundul.

“Irigasi ini tak akan selesai. Bahkan, mungkin tak akan di­ker­jakan. Yang paling dekat adalah menyelesaikan tribun dan memasang papan skor. Kasarnya, cuma Sangkuriang yang bisa menyelesaikannya,” ucap salah seorang pekerja.

Kondisi venue panahan se­dikit lebih baik. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat Per­satuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Nyoman Budiana ke­ma­rin turun langsung untuk mengawasi para pekerja. Nyo­man mengaku tak habis pikir dengan kinerja Pengurus Besar (PB) PON yang mendahulukan menyelesaikan tribun daripada arena pertandingan.
“Saya sudah berkali-kali me­minta agar lapangan dise­lesai­kan dulu. Tribun bela­kangan. Ta­pi, ternyata tak dihiraukan. Sekarang ini jarak sudah rata, tapi rumput memang belum semuanya tumbuh. Kalau dipak­sakan rata hijaunya, tidak mu­ngkin,” ujar Nyoman.

Berbagai kondisi tersebut membuat banyak pihak waswas. Bahkan, sempat beredar wacana untuk memindahkan lokasi pertandingan ke luar Riau. Na­mun, wacana itu ditolak men­tah-mentah oleh PB PON. “Ti­dak ada yang bakal dipindah. Ti­dak akan ada perubahan jad­wal,” tegas Syamsurizal, ketua harian PB PON.

Terlepas dari venue yang belum juga beres, ada hal lain ya­ng patut diapresiasi dari ki­ner­ja PB PON. Salah satunya upaya menjamin kelancaran gelaran empat tahunan tersebut. PB PON siap mengerahkan lima ribu petugas keamanan dari berbagai unsur.

Selain itu, promosi terlihat maksimal. Di sepanjang jalan bertebaran banner maupun spanduk berbau PON. Bahkan, di semua kantor pemerintahan juga dipasang umbul-umbul PON. Begitu juga kantor-kantor swasta. Mereka seolah berlomba menyemarakkan iven olahraga tertinggi di Indonesia tersebut. PB PON juga sigap meres­po­ns ancaman kabut asap yang kerap menerpa Riau.
Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU