Hasil kunjungan tim PB PON Riau ke Dumai akhir pekan lalu untuk melihat kesiapan venue selam, menuai kekecewaan. Kunjungan yang langsung dipimpin Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis melihat belum dilakukan pembangunan sema sekali. terhadap venue selam nomor laut.
Untuk nomor laut ini sendiri, pembangunannya menjadi tanggung jawab PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Dumai. Namun dari hasil kunjungna kemarin, pengerjaannya masih nol persen. Padahal PB PON sudah beberapa kali melayangkan surat, terkait pengerjaan venue tersebut.
"Banyak catatan yang kita berikan kepada pihak Pelindo Dumai ini, seperti tenda untuk tribun penonton, water tank dan genset. Sampai sekarang belum ada kegiatan. Bahkan sudah beberapa kali kami surati, namun tidak digubris oleh Pelindo. Karena itu kita minta konsistensi Pelindo dan berperan aktif mensukseskan PON ini," kata Emrizal Pakis, Rabu (1/8).
Kondisi ini jelas membuat PB PON mengeluarkan peringatan kepada Pelindo. Karena waktu pelaksanaan PON sudah semakin dekat. Padahal kata Emrizal, PT Pelindo sudah berkomitmen segera menyelesaikan venue selam laut ini sejak Februari lalu.
Namun sampai saat ini belum ada kegiatan yang nyata. "Memang semua kelengkapan venue ini sifatnya partisi, atau tidak permanen, seperti tenda, water tank dan genset. Tetapi melihat sisa waktu jelang 9 September membuat kita khawatir juga. Oleh karena itu kita peringatkan lagi mereka kemarin itu, dan mereka ternyata juga sudah memiliki beberapa catatan untuk merealisasikannya," sebutnya.
Pertandingan cabor selam laut ini akan digelar pelabuhan TPI Purnama Kota dumai, yang digelar pada 9 september mendatang. Selam laut sendiri diikuti belasan daerah yang sudah dipastikan lolos pada kualifikasi PON XVIII lalu.
"Kita berharap September venue ini sudah bisa digunakan dan digelar simulasi. Selain itu keberadaan venue ini bisa segera dimanfaatkan atlet kita untuk menggelar latihan jelang PON, terutama atlet Pelatda PON Riau," harapnya
