Pesepakbola Wanita Di Olimpiade London

Sabtu, 28 Juli 20120 komentar


Sepakbola wanita semakin menarik untuk dicermati. Kelihaian kaum hawa mengolah si kulit bundar, menawarkan dimensi antusiasme lain dari sepakbola, yang biasanya dimainkan kaum pria. Ukurannya sederhana, sejumlah nama pemain mulai populer. Kita bisa sebut pemain terbaik dari Jepang Homare Sawa, Elodie Thomis dari Prancis, dan Hope Solo, kiper terbaik Piala Dunia wanita 2011 asal AS. Nama terakhir belakangan malah mulai akrab di jagat entertainment, sebagai model.
 
Mencuatnya popularitas sepakbola wanita tidak terlepas dari Piala Dunia wanita 2011 setelah Jepang secara sensasional menjadi kampiunnya mengandaskan Amerika Serikat melalui adu penalti.
Setelah, Piala Dunia 2011, even akbar yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia kembali digelar dalam Olimpiade 2012. Menarik untuk mengintip peta kekuatan tim dan pemain yang potensial bersinar di Olimpiade.
 
Brasil
 Brasil memiliki striker Marta, yang merupakan peraih lima kali gelar Pemain Terbaik Dunia. Bek veteran Brasil, Aline yang bermain di klub Rusia serta Erika (24) yang menjadi bek terbaik pada Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman juga disebut-sebut memiliki prospek cerah di Olimpiade.

Inggris Raya
Sebanyak 16 pemain Inggris mengisi skuad asuhan Hope Powel, sementara dua lainnya berasal dari Skotlandia. Di pertandingan terakhir Inggris Raya hanya bermain 0-0 saat melawan Swedia. IR memang tidak biasa tampil, karena biasanya mereka mewakili negara masing-masing, Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales. Peluang Great Britain untuk meraih medali dari sepakbola wanita cukup terbuka.Selain menjadi tuan rumah, skuad diisi pilar-pilar berpengalaman yang membawa Inggris menembus perempatfinal di Piala Dunia 2011, termasuk gelandang Everton wanita Jill Scott.
 
Kanada 
Kanada belum pernah mengecap gelar di turnamen internasional, tapi belakangan Leblanc Karina dkk menampilkan perkembangan positif. Kini Kanada bertengger di rangking tujuh dunia. Bertarung di Grup F bersama Jepang, Afrika Selatan dan Swedia, Kanada bertekad untuk menebus kegagalan mereka di Piala Dunia lalu, di mana mereka hanya sanggup bertahan di 16 besar. Apalagi Kanada menuju London bersama sang kapten Christine Sinclair. Striker 29 tahun tersebut masih merupakan pemain tersubur dengan 137 gol dalam 184 penampilan internasional. Mereka juga memiliki motivasi ekstra untuk menggondol medali, karena Piala Dunia 2015 mendatang akan digelar di negara mereka.
 
Swedia
Runner-up Piala Dunia 2003 tidak bisa dikesampingkan dalam peta perburuan medali Olimpiade. Hanya dengan empat pemain yang berumur di bawah 25 tahun, Swedia ialah salah satu tim syarat pengalaman di turnamen ini.Dua nama yang diprediksi bakal menjadi penopang tim ialah striker Lotta Schelin dan gelandang Caroline Sger, yang sudah berhasil menyita perhatian saat Piala Dunia 2011.


Jepang
Saat Piala Dunia 2011, Jepang ialah underdog. Sebab itu, tampilnya Jepang sebagai juara dunia mengejutkan banyak pengamat. Kesuksesan itu membuat fans semakin antusias mengikuti sepak terjang Jepang di London. Dan siapa lagi pemain yang akan menyedot perhatian jika bukan Homare Sawa. Playmaker 33 tahun ini diharapkan kembali bersinar membawa Jepang merebut medali emas.

Prancis.
Prancis patut diwaspadai tim lain di Grup G, yang dihuni Amerika Serikat, Kolombia, dan Korea Utara. Di turnamen terakhir, Prancis mencatat sejarah mencapai semi-final, Peringkat terbaik yang pernah mereka dapatkan semenjak mengikuti Piala Dunia wanita. Menengok catatan itu, pelatih Bruno Bini tidak sungkan-sungkan menargetkan sebuah medali bisa diboyong ke Paris, pencapaian di luar itu tentu tidak akan diterima Bruno Bini. Les Bleus dipimpin oleh gelandang Sandrine Soubeyrand, pemain yang sudah malang-melintang di timnas sejak 1997. Pada 2009, Sandrine melewati catatan Lilian Thuram sebagai pemain yang mengantongi caps terbanyak di Prancis. Di lini tengah, Louisa Necis patut disebut sebagai pemain paling berprospek di Prancis, karena pemain 25 tahun tersebut memiliki teknik di atas rata-rata dan kecepatan drible yang memukau.
 
AS
Sebagai tim peringkat teratas, AS merupakan favorit penyabet emas. Apalagi The Yanks, tampil dengan pemain yang rata-rata turun di Piala Dunia lalu, di mana mereka finis runner-up. Selain bintang mereka, Hope Solo, skuad AS dihuni Abby Wambach dan Alex Morgan. Bagi dua kali juara Olimpiade ini, pencapaian selain emas di Olimpiade pasti akan membawa kekecewaan besar bagi para pemain dan ofisial. Selain, bisa bersandar pada keandalan Hope Solo di bawah mistar gawang, AS memiliki Morgan, pemain yang bersinar di Piala Dunia dan pada tahun ini sudah mengoleks 17 gol dari 15 pertandingan.
 
Selain itu menarik juga mencermati Christie Rampone, kapten 37 tahun yang kemungkinan besar akan menjalani Olimpiade terakhirnya di London ini ialah pilar paling senior dan satu-satunya anggota tim pemenang Piala Dunia 1999 yang masih tersisa di skuad.
Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU