- Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.
- Bulan Ramadhan bulan yang
menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan
kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat. - Bulan Ramadhan adalah bulan
yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan
silaturahmi. Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan.
Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu
dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang
Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu
bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat
makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika
berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat
bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap
ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya
didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman,
bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus
dengan saling mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya
tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan
bab khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi,
tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu.
Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.
- Bulan Ramadhan mengajarkan
agar peduli pada orang lain yang lemah. Di bulan Ramadhan kita puasa,
merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang
yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya,
fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak
merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita
yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam.
Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin
sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli
dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak
mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya.
Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang
salah menilai atau memandang kehidupan.
- Bulan Ramadhan mengajarkan
akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita
diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga
berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk
melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di
luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika
tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa
berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.
- Bulan Ramadhan mengajarkan
pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah
kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada
manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan
ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat
dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua
dapat bernilai ibadah.
- Bulan Ramadhan melatih diri
kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang
mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan
dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan
puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat
menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan
terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari
perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan
positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari
hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor,
berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.
- Bulan Ramadhan melatih kita
untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan. Dalam Puasa di
bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya
marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala
perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan
kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita
dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing
konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut.
Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya,
janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.
- Bulan Ramadhan mengajarkan
pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli
kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman
yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum.
Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal
ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum
berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh
manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang
akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus
hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai
mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.
- Bulan Ramadhan mengajarkan
pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang
diberikan pada kita. Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang
telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi
kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar
tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya
makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana
dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita
puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau
hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan
haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan
majikannya? Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi
karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini
dan hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur
