Masyarakat Muslim Riau bersiap menjalani ibadah puasa dengan kondisi cuaca panas menyengat dalam beberapa hari kedepan. Pasalnya saat ini curah hujan sejumlah kawasan di Riau berkurang akibat munculnya badai Vicenta di kawasan Teluk Vietnam. Ada badai Vicenta di Teluk Vietnam. Saat ini badainya baru tumbuh. Diperkirakan baru mati sampai 26 Juli mendatang," ungkap Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Ardhitama ketika ditanyai Tribun, Minggu (22/7). Namun, badai akan hilang jika trennya menuju ke daratan. Tapi kalau masih berputar di laut, efeknya bisa sampai berminggu-minggu.
Pengaruhnya, badai di wilayah utara Indonesia ini dapat membuat awan hujan tertarik ke kawasan tersebut. Sehingga awan hujan kosong dan curah hujan berkurang. Kalaupun ada awan hujan biasanya hanya sekedar melintas. Jika peluang hujan kecil, maka cuaca panas bisa meningkat hingga mencapai 34 derajad celcius. Alhasil peluang munculnya titik api juga besar. "Karena itu kami menghimbau jangan membakar lahan," ungkapnya. Namun, berdasarkan data BMKG Pekanbaru, terhitung tanggal 21 Juli kemarin, memang belum ada satupun titik api yang muncul di wilayah Riau. Efek lainnya, badai juga bisa menyebabkan kecepatan angin begitu kencang. Buktinya saat ini kecepatan angin berkisar antara 10 sampai 18 kiometer per jam. Padahal biasanya di saat normal hanya 5 sampai 8 kilometer per jam. Badai Vicenta ini turut mempengaruhi tingginya gelombang di laut Cina Selatan. Termasuk juga mempengaruhi tingginya gelombang di perairan Batam, tanjung Pinang dan Dabo Singkep yang diperkirakan maksimum mencapai 1 sampai 2 meter. Sementara di perairan Tarempa dan Natuna diperkirakan mencapai 2 sampai 3 meter.
Sementara, di perairan Dumai, Bengkalis dan Rohil tinggi gelombang berkisar 0,75 sampai 1 meter. Biasanya tinggi gelombang di perairan ini kurang dari satu meter. Dengan demikian, keberadaan badai mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kondisi alam di Provinsi Riau. Meski ada badai Vicenta, Ardhitama memastikan Riau masih berpeluang hujan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor historis Riau yang memang terletak di kawasan equator. Dimana, daerah equator akan mengalami hujan sepanjang tahun meski sedang mengalami musim kemarau. Hanya saja, dengan badai ini, curah hujan sangat kecil.
Diterangkan dia, ada sejumlah kawasan d Riau yang peluang hujannya cukup besar dibanding daerah lain. Yaitu, Riau bagian barat, yaitu, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi. Selain itu di kawasan pesisir timur seperti Rokan Hilir, Bengkalis dan Dumai. Sementara di Pekanbaru peluang hujan ada di malam dan dini hari. Hanya saja curah hujannya kecil.
sumber : www.tribunpekanbaru.com
