Hingga
Rabu (25/7/2012) pagi, data korban hilang banjir bandang di Padang , Sumatera Barat, masih simpang siur.
Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar, mengungkap,
data yang diterimanya 10 orang hilang.
Sementara
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Yazid Fadli mendapat
laporan ada enam orang hilang. Saat ini, pihaknya masih mengecek kebenaran
jumlah tersebut. Sementara, empat warga yang terseret arus banjir
bandang di muara Kampus Universitas Bung Hatta dibawa menggunakan dua perahu.
Dua sudah dievakuasi, dua lainnya terdampar di Pulau Pandan.
Tiga
jembatan putus, yakni jembatan Limau Manih, Gantung Batu Busuk, dan Gunung
Nago. Selain itu, warga di Desa Batu Busuk terisolasi total karena jembatan
gantung tersebut satu-satunya akses keluar masuk daerah mereka. Sebanyak
20 kepala keluarga (KK) di Kanagarian Limau Manih, Kelurahan Koto Panjang,
Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, pagi ini masih terisolir,
pascabanjir bandang yang menerjang Selasa malam kemarin. Jembatan
Kalawi, satu-satunya jalur penghubung ke permukiman mereka, putus diterjang
banjir. Berdasarkan pantauan, Rabu (25/7/2012) pagi, arus Sungai Limau
Manih masih deras dan berwarna cokelat. Di Limau Manih ada 15 rumah dan satu
masjid yang rusak parah. Sementara itu, pengungsi masih mendiami
sedikitnya tujuh titik penampungan di tiga kecamatan di Padang . Selain rumah rusak, akses jalan ke
rumah mereka juga putus.
Di
Kecamatan Nanggalo, timbunan material lumpur setinggi satu meter masih
terlihat. Air juga masih menggenang di halaman dan dalam rumah warga. Di
Kecamatan Nanggalo sendiri ada tiga posko pengungsian. Mereka ditampung di
tenda dan masjid. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Wali Kota
Padang, Fauzi Bahar, sejauh ini ada 10 warga yang dilaporkan hilang, namun
identitas mereka belum bisa dipastikan. Tim SAR masih melakukan pencarian.
Dalam kesempatan kunjungan gubernur bersama Wali Kota Padang
menyempatkan melihat Kompleks Perumahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan
Nanggalo, dan ke Kelurahan Koto Panjang Limau Manih, Kecamatan Pauh.
Gubernur
mengatakan, bencana banjir badang yang terjadi merupakan peristiwa alam yang
diluar dugaan manusia. Kejadian air bah itu, peristiwa yang berulang lima dan tujuh tahun
sekali sehingga perlu dipersiapkan antisipasi beberapa hal. "Kami akan
menggelar rapat bersama Wali Kota Padang, guna menganalisa atau assessment
untuk mengetahui penyebab-penyebab apa," ujarnya.
Setelah
itu diantisipasi apakah membangun waduk atau dam, tapi yang jelas ke depan
diharapkan tak terjadi lagi kejadian serupa. Namun, kejadian Selasa senja
akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Padang ,
terutama dihulu sungai. Wali Kota Padang, Fauzi Bahar menambahkan, laporan
sementara tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang merendam lima kecamatan itu.
Namun,
infrastruktur yang rusak dari laporan ada rumah masyarakat, musala dan jembatan
serta tak tertutup kemungkinan ternak warga serta empat perahu nelayan hanyut
dalam keadaan kosong. Air yang merendam rumah warga sampai ketinggian empat
meter dan sampai pukul 02.00 WIB genangan air masih setinggi satu meter. Pemantauan
di lapangan menunjukan warga yang rumahnya terendam mengungsi ke rumah keluarga
dan sebagian di musalla serta masjid.

