86 Perusahaan Perumahan Pekanbaru Masih Antri Dapat Aliran Listrik

Sabtu, 21 Juli 20120 komentar


Sebanyak 86 Perusahaan perumahan di lingkup Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Real Estate Indonesia (REI) dikabarkan antri untuk mendapatkan sambungan listrik PLN Cabang Pekanbaru, Riau. "Dari data yang kami rangkum sejak Januari hingga Juni 2012, terdata ada sebanyak 86 perusahaan pengembang perumahan yang sedang menunggu atau mengantri di daftar tunggu untuk mendapatkan sambungan listrik," kata Humas PLN Cabang Pekanbaru, Dharmawi Darsono di Pekanbaru, Jumat.

Dia menjelaskan, dari sebanyak 86 perusahaan pembangun perumahan baik dari Apersi maupun REI tersebut jika dikalkulasikan memiliki proyek lebih 7.114 rumah siap huni. Dari jumlah total tersebut, demikian Dharmawi, baru sebanyak 2.723 rumah yang berada di seluruh developer tersebut yang mendapat aliran listrik mengingat segala persyaratan telah dipenuhi dengan baik.

Sementara selebihnya, atau sekitar 4.391 unit rumah yang juga berada di lingkup pengembang perumahan, kata Dharmawi masih dalam tahap realisasi persyaratan. Seperti diketahui katanya, untuk bangunan yang siap mendapatkan aliran listrik dari PLN harus melalui ketentuan yang telah diberlakukan. "Salah satunya yakni bangunan yang sudah ada dan segala jaringan pendukung telah mencukupi di wilayah sekitar perumahan tersebut," katanya.

Sementara untuk perumahan yang baru dibangun dan berlokasi jauh dari pusat perkotaan sehingga jaringan di sana belum begitu memadai, demikian Dharmawi, maka harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan sambungan listrik.

Hal itu kata dia, disebabkan perlu dilakukan penyambungan jaringan termasuk tiang-tiang listrik penyangga kabel utama guna penyuplaian arus ke rumah-rumah yang siap huni. "Ini tentunya membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat, makanya diharapkan pihak pengembang perumahan diminta untuk bersabar," katanya.

Dharmawi menjelaskan, maraknya usaha pengembangan perumahan di Pekanbaru membuat konsumsi listrik PLN setiap tahunnya mengalami kecenderungan meningkat signifikan. "Setiap tahun, itu terjadi kenaikan beban puncak sekitar 10 sampai 15 persen. Yang artinya, harus dilakukan investasi tegnologi guna menyeimbangi kebutuhan listrik yang terus meningkat setiap tahunnya itu,"lanjutnya.


Sumber : Antara
Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU