Teh Pereda Batuk
Di Jawa Barat, daun kemangi
(disebut surawung) dimakan sebagai lalapan dan digunakan dalam beragam masakan
Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes
ikan), laksa bogor, dan karedok. Di Jawa Timur, daun kemangi biasa disajikan
dengan nasi krawu, krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe, dan ikan bumbu
pesmol.
Di Jakarta, kemangi lazim
digunakan dalam sajian laksa dan nasi ulam. Dalam masakan khas Manado, daun
kemangi sering ditambahkan pada bubur, agar terasa lebih nikmat.
Kemangi juga ditemukan di
Thailand (disebut manglok), Mediterania/Italia (disebut genovese), dan India
(disebut holy basil atau tulsi). Di Thailand, kemangi digunakan sebagai bumbu
masak. Di India dan sebagian wilayah di Afrika, daun kemangi diseduh menjadi
teh. Teh kemangi disajikan pada saat pergantian musim, saat masyarakat setempat
mudah terserang batuk, pilek, atau demam.
Di Eropa, daun kemangi disuling
dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai
bahan campuran dalam pembuatan obat, sabun mandi, biang parfum, lotion, minyak
gosok, permen pelega tenggorokan, dan minyak terapi aroma.
