Tindakan SBY untuk terlibat dalam dinamika internal
partai tentu sangat disayangkan. Kapasitasnya masih menjabat sebagai Presiden.
Padahal SBY sering menyampaikan kepada para
menterinya yang berasal dari parpol untuk fokus pada tugas dan bidang
masing-masing. Tindakan SBY ini kontradiktif dengan kata-katanya.
Saat ini SBY sebagai Presiden lebih sibuk mengurus
partai ketimbang negara, sehingga urusan pemerintahan dan rakyat makin
terabaikan. Selain itu, campur aduk posisi SBY sebagai Presiden maupun sebagai
Ketua Pembina Partai membuat rakyat bingung.
Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra merasa
perlu menyampaikan tausiah kepada SBY akan tanggung jawabnya sebagai presiden.
"Tanggung jawab Presiden bagaimanapun sangat menentukan bagi kelangsungan
hidup kita sebagai bangsa dan negara. Jika Pak SBY fokus pada upaya penyelamatan partai,konsentrasi beliau
dalam mengurus bangsa dan negara akan terpecah," kata Yusril Ihza Mahendra.
Menurut Yusril, banyak masalah nyata yang
dihadapi rakyat, bangsa,dan negara yang semua itu memerlukan penanganan segera
(seputar-indonesia.com).
Inilah potret pemimpin dalam demokrasi yang akan
selalu berfokus kepada kepentingan pribadi dan golongannya saja. Dalam
demokrasi hal yang terpenting dan utama dilakukan oleh penguasa atau pemimpin
negara adalah meraih kekuasaan yang akan mendatangkan modal sebanyak-banyaknya.
Maka daripada itu, segala daya upaya akan
dilakukan untuk melanggengkan kekuasaannya agar eksistensinya semakin tetap
terjaga dan berkuasa.
Tidak heran jika saat ini SBY, presiden negara kita
lebih sibuk mengurusi partainya yang sedang terombang-ambing diterpa badai
kekacauan, daripada mengurusi segudang permasalahan rakyat yang semakin
terpuruk. Tidak ada pilihan lain,
marilah mulai saat ini kita beranjak pindah kepada Islam yang melahirkan
pemimpin yang mampu mengurusi rakyatnya.
Karena dalam Islam ketika seseorang yang berasal dari
salah satu partai dipilih menjadi pemimpin negara atau khalifah maka orang
tersebut harus meninggalkan tugas kepartaiannya dan fokus mengerjakan amanah
sebagai khalifah untuk mengurusi urusan rakyat agar tidak ada satu urusan pun
yang terbengkalai. Jelas terlihat
sekali perbedaan corak pemimpin ala demokrasi dengan corak pemimpin dalam
Islam. Pemimpin atau khalifah dalam Islam sungguh terbukti baik.
Dalam Islam, kepemimpinan itu adalah amanah yang akan
dipertanggungjawabkan di sisi Allah SWT yang membutuhkan karakter dan
sifat-sifat yaitu, 1) al-quwwah (kuat) yaitu Seorang pemimpin harus memiliki
kekuatan ketika ia memegang amanah kepemimpinan.
Kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang-orang
yang lemah; 2) al-taqwa (ketaqwaan). Ketaqwaan adalah salah satu sifat penting
yang harus dimiliki seorang pemimpin maupun penguasa. Pemimpin yang bertaqwa
akan selalu berhati-hati dalam mengatur urusan rakyatnya.
Pemimpin seperti ini cenderung untuk tidak menyimpang dari aturan Allah SWT. Ia selalu berjalan lurus sesuai dengan syariat Islam. Ia sadar bahwa, kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari akhir; 3) al-rifq (lemah lembut) tatkala bergaul dengan rakyatnya.
Sifat ini jug a sangat ditekankan oleh Rasulullah Saw. Dengan sifat ini, pemimpin akan semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya. Pada dasarnya, kepemimpinan di dalam Islam merupakan jabatan yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat. Seorang pemimpin adalah pengatur bagi urusan rakyatnya dengan aturan-aturan Allah SWT.
Pemimpin seperti ini cenderung untuk tidak menyimpang dari aturan Allah SWT. Ia selalu berjalan lurus sesuai dengan syariat Islam. Ia sadar bahwa, kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari akhir; 3) al-rifq (lemah lembut) tatkala bergaul dengan rakyatnya.
Sifat ini jug a sangat ditekankan oleh Rasulullah Saw. Dengan sifat ini, pemimpin akan semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya. Pada dasarnya, kepemimpinan di dalam Islam merupakan jabatan yang berfungsi untuk pengaturan urusan rakyat. Seorang pemimpin adalah pengatur bagi urusan rakyatnya dengan aturan-aturan Allah SWT.
Dengan begitu, pemimpin dalam Islam tidak akan pernah
sibuk dengan urusan lain kecuali fokus untuk kemaslahatan rakyatnya.
Sumber : http://news.detik.com
