Kepala Disdik Pekanbaru, Prof Dr Zulfadil SE MBA menilai, gaya kepemimpinan kepala sekolah di beberapa sekolah saat ini kerap menimbulkan persoalan. Buruknya pola manajemen kepemimpinan tersebut membuat aktivitas organisasi di sekolah kerap tak berjalan baik.
Hal ini disampaikan Kadisdik ketika menggelar pertemuan dengan seluruh kepala sekolah SD, Kamis (3/1). Disamping kepala sekolah, kegiatan tersebut juga mengikutsertakan seluruh kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di kecamatan-kecamatan.
Zulfadil menjelaskan, banyak masalah yang terjadi di sekolah dilatar belakangi oleh manajemen kepemimpinan yang kurang baik. Hal ini terlihat dengan masih adanya ditemukan konflik antar kepala sekolah dengan guru. Disamping itu, konflik antara sekolah dengan lingkungan sekitar serta konflik antarguru pun seakan tak terhindarkan.
"Setelah dikaji, ternyata gaya kepemimpinan cukup mempengaruhi munculnya masalah-masalah tersebut. Misalnya, ada Kepsek yang ingin tegas menerapkan disiplin, tapi justru terlihat kaku. Sehingga berujung pada penolakan oleh bawahannya. Karena pendekatan yang dipakai justru pendekatan penekanan," tuturnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kepala sekolah hendaknya mau mengevaluasi diri. Melihat bagaimana gaya kepemimpinan itu dijalankan ketika menyampaikan kebijakan dan sebagainya. Evaluasi itu juga dapat disertai dengan mengikuti pendidikan formal, pelatihan serta menampung paparan pengalaman dari orang lain.
Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga menjadi perhatian Kadisdik dalam pertemuan tersebut. Kadisdik meminta BOS dipakai secara tepat dan baik. Diterangkannya, tahun 2012 lalu, sekitar Rp 96 Miliar dana BOS disalurkan di Kota Pekanbaru. Artinya dengan dana seperti ini maka pungutan yang tak penting semestinya tak ada lagi. Misalnya, dalam penyediaan buku materi yang membebani siswa.
Meskipun demikian, orangtua juga tak ada salahnya membeli buku materi ajar lain kalau dari segi ekonomi mereka mampu. Sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh lebih banyak lagi. "Jadi perlu ditanamkan bahwa buku bukan hanya alat untuk belajar. Tapi juga untuk menambah ilmu pengetahuan," kata Kadisdik.
Dengan pertemuan ini, Zulfadil berharap ada spirit baru tumbuh dalam diri kepala sekolah maupun UPTD. Disdik juga berupaya, kepala sekolah mampu menterjemahkan visi Pekanbaru. Khususnya menciptakan masyarakat madani lewat pendidikan.
"Saya pun ingin memberikan pokok pikiran agar tahun 2013 ini program pendidikan sama-sama diolah dengan baik. Karena keberhasilan pendidikan tak hanya karena Kadisdik. Tapi oleh banyak pihak," ujarnya. Ia menilai, sebagai pemimpin yang bersentuhan langsung dengan siswa, kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengetahui dan memahami visi Pekanbaru.
Sumber http://pekanbaru.tribunnews.com
