Dulu,
ibuku pernah berkata seperti ini : “ kuliah itu biayanya mahal sekali tapi
semahal apapun umi akan berusaha keras supaya Tsaura bisa kuliah, umi mau semua anak-anak umi kuliah
dan jadi orang sukses” kalimat itu terngiang ngiang di kepalaku dan mengingat
bahwa saat itu keluargaku masih dalam tahap perjuangan menuju keluarga mapan,
maka aku yang masih kecil itu pun mengambil sebuah kaleng bekas susu di dapur,
lalu membuat lubang kecil di atasnya untuk memasukkan uang. yap, aku membuat
sebuah celengan. hari demi hari kulewati, ku ingat hari-hari itu kusisihkan
uang jajanku dan ku simpan dalam kaleng susuku. mulai dari recehan hingga uang
kertas. setiap hari yang ada dikepalaku adalah bahwa aku ingin kuliah di tempat
yang serba biru karena aku suka sekali dengan warna biru.
Setiap kali jumlah uang sudah mencapai pertengahan kaleng susu, aku
selalu menghitungnya, sudah sampai mana aku menabung. Tapi, setiap kali uang
yang kupunya sudah cukup banyak, ibuku selalu meminta uang tabunganku untuk
membeli sayur dan bahan makanan lainnya di rumah. sungguh, waktu itu aku cukup
kesal dengan ibuku, bagaimana aku bisa kuliah kalau uangnya di ambil umi terus?
pikirku saat itu. Tapi setiap kali ibuku meminta uang, aku selalu
memberikannya, aku tak bisa menolak. Karena aku pun tahu bahwa ketika ibuku
meminta uang tabunganku, tandanya ibuku tidak punya uang sama sekali
