Sejumlah pelaku bisnis dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau mulai gencar menawarkan souvenir bertema PON XVIII, dengan harapan mendapat keuntungan dari ajang olah raga tersebut.
Pelaku bisnis UMKM di Pekanbaru, Rabu (5/9), mengatakan harus kreatif menggunakan berbagai cara untuk melakukan promosi. Sejumlah pedagang terlihat menggunakan mobil mereka untuk membuka lapak dadakan yang menjual suvenir baju tema PON XVIII.
Hal itu terlihat di sekitar kompleks Purna MTQ di Jl Sudirman, Pekanbaru, yang merupakan lokasi arena biliar, boling dan sepak takraw. Selain itu, pebisnis UMKM ada juga yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan dagangan mereka yang bertema PON Riau. "Kami berpromosi dan semua pemesanan menggunakan media sosial seperti facebook dan twitter," kata Abbas Abdurrahman, penjual pakaian Selop Jepang di Pekanbaru.
Ia mengatakan, PON Riau merupakan peluang bisnis untuk menawarkan aneka suvenir bertemakan olahraga dan cinderamata khas Riau. "Kami tidak hanya menawarkan kaos dengan tema PON, tapi juga bermacam-macam kaos yang bertema khas Riau," ujarnya. Ia mengatakan, harga jual kaos Selop Jepang relatif murah yakni berkisar Rp65.000-Rp110.000 per kaos tergantung dari desainnya.
"Sejauh ini permintaan kaos tema PON dan khas Riau cukup tinggi, bahkan kaos dengan satu desain terbaru yang hanya dikeluarkan 60 potong bisa terjual dengan cepat
