NU dan Muhammadiyah Tak Berbeda Tetapkan 1 Syawal

Sabtu, 18 Agustus 20120 komentar


Dua organisasi Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, diperkirakan sama dalam menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (19/8).

Sementara itu, pemerintah, melalui Kementerian Agama, bakal menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1433 Hijriah pada Sabtu (18/8) sore. Pada penentuan awal puasa lalu, ada sebagian umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa sejak Jumat, 20 Juli 2012, terutama Muhammadiyah. Sementara itu, pemerintah memutuskan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012. Namun, kemungkinan besar tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal.

Muhammadiyah memprediksikan bahwa saat matahari terbenam pada 29 Ramadhan 1433 H atau Jumat, 17 Agustus, hilal belum wujud. Artinya, puasa akan dibulatkan menjadi 30 hari hingga Sabtu, 18 Agustus. Dengan demikian, 1 Syawal 1433 H akan jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. Rais Syuriah, Pengurus Besar Nahdatul Ulama Kiai Masdar F Masudi, menyebutkan, dalam kalender NU, 1 Syawal 1433 H akan jatuh pada 19 Agustus 2012.

Demikian pula dengan MUI yang memprediksi 1 Syawal jatuh pada tanggal yang sama, 19 Agustus. Dalam hitungan tanggal, memang mereka yang berpuasa sejak Sabtu, 21 Juli 2012 "hanya" berpuasa selama 29 hari. Namun, satu bulan dalam tahun Qomariyah memang terdiri dari 29 atau 30 hari.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengungkapkan, pihaknya sudah memprediksi bahwa Idul Fitri 1433 Hijriah akan jatuh pada waktu yang bersamaan, yakni 19 Agustus 2012. Dadang mengatakan, baik menurut perhitungan wujudulhilal maupun rukyatulhilal, posisi bulan pada 18 Agustus sudah di atas 5 derajat. "Jadi, sudah bisa diprediksi hasil sidang isbat nanti akan disepakati akhir bulan Ramadhan adalah tanggal 18 Agustus," kata Dadang.

Dadang mengatakan, Muhammadiyah menggunakan ilmu pengetahuan untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal 1433 Hijriah. "Kami menggunakan ilmu astronomi, sehingga awal Ramadhan dan Syawal, bahkan Idul Adha, dapat diperhitungkan sejak jauh hari sebelumnya. Kami juga sudah memiliki kalender sampai 50 tahun ke depan," katanya. Ia juga memastikan Muhammadiyah tidak akan hadir pada sidang isbat nanti. Hal tersebut, menurut dia, sudah menjadi kebijakan PP Muhammadiyah. "Kelihatannya akhir-akhir ini suara Muhammadiyah tidak pernah didengar, jadi kami memberi keleluasaan kepada pemerintah agar bisa membuat keputusan tanpa ada rasa takut dari Muhammadiyah," kata Dadang.

Rencananya, pemerintah sendiri, melalui Kementerian Agama, akan melangsungkan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1433 Hijriah pada Sabtu, 18 Agustus 2012. Sekjen Kemenag Bahrul Hayat menjelaskan, pelaksanaan sidang tersebut diselenggarakan Sabtu sore karena pertimbangan perhitungan hisab. Lantaran saat itu hilal sudah di atas nol derajat. "Kami memperhitungkan 1 Syawal dan Idul Fitri berdasarkan hisab dan rukyat. Memang diperkirakan Lebaran atau Idul Fitri akan jatuh pada Minggu (19/8)," ujarnya.

Agar seluruh pandangan yang selama ini berbeda dalam konsep penghitungan, Kemenag kembali mengundang seluruh ormas Islam serta para ahli astronomi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat saat sidang isbat berlangsung. Bahrul berharap, Muhammadiyah yang pada sidang isbat penentuan awal Ramadhan tidak hadir, bisa mengirimkan perwakilannya. "Peran pemerintah sebagai mediator," ucap Bahrul

Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU