Sabtu, 14 Juli 20120 komentar

Menurut pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto dukungan Golkar ke Fauzi Bowo identik pada Pilpres 2014 mendatang. Mengingat Cagub incambent yang disapa Foke ini diusung oleh mitra koalisi Golkar saat ini, yakni Partai Demokrat.

Partai Golkar dinilai bunuh diri jika memberikan dukungan untuk pasangan Calon Gubernur DKI jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjhaja Purnama (Ahok) dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya Pilgub DKI  merupakan barometer dari Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Golkar akan bunuh diri kalau dukung Jokowi dimana ada PDI Perjuangan dan Gerindra dibelakangnya yang merupakan saingan politiknya pada Pemilu 2014," jelas Direktur Eksekutif Majelis ini saat dijumpai wartawan di Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Golkar, lanjut Sugiyanto, sudah resmi mengusung Aburizal Bakrie atau Ical sebagai Calon Presiden dinilai memiliki kepentingan yang lebih besar, jika mendukung Foke. Sangat berat rasanya membayangkan Ical akan mendukung Jokowi yang jelas-jelas diusung oleh lawannya di Pilpres mendatang yakni Prabowo Subianto.

Jika Partai Golkar merapat ke Foke dan dua partai Islam yakni PKS dan PPP juga mendukung Cagub incambent itu, maka perolehan suara Foke pada putaran kedua diproyeksikan menjadi 49 persen. Dengan asumsi saat ini suara Foke sudah 33 persen, ditambah PKS 11 persen serta Golkar dan PPP dengan 5 persen, berdasarkan perhitungan cepat sementara dari setiap lembaga survei.

Namun, semuanya itu masih kalkulasi politik dan semua kembali kepada pemilih di Jakarta. Kalkulasi ini hanya melihat perhitungan dari sisi partai Politik, tapi Jokowi pun tidak bisa dipandang remeh melihat popularitasnya sudah menempatkan Jokowi di posisi pertama denga rata-rata perhitungan cepat sementara sebesar 43 persen.


Sebelumnya angota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Nudirman Munir lebih menghendaki perubahan dan mendukung cagub dan cawagub yang ada tokoh Golkarnya. "Lagian Ahok kan orang Golkar. Jadi ada Golkarnya kan yang kita dukung. Tapi enggak tahu teman-teman lain," terang Nudirman.

Kalau masuk ke putaran kedua, dirinya akan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena kenal dekat dengannya. "Saya cari Golkarnya juga saya pilih Ahok, kalau disebelahnya ada Jokowi itu kebetulan dan kita menganggap Ahok masih orang Golkar," pungkasnya.
Share this article :
 
Support : http://mutiara-florist.blogspot.com | www.pendidikanriau.com
Copyright © 2014. ARMEN SAPUTRA, S.Kom - Hak Cipta Dilindungi UU