Sepekan usai diterjang banjir bandang, warga di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat mulai terserang penyakit. Sebanyak 127 orang korban banjir bandang kini menderita penyakit ispa dan penyakit kulit lainnya. Penyakit timbul lantaran debu dan air di lokasi pengungsian sangat kotor. Setiap harinya ada warga yang mengeluh sakit dan datang ke posko kesehatan yang siagakan di lokasi bencana. Sebagian besar yang terserang penyakit adalah anak-anak dan orang tua. Ini disebabkan lantaran daya tahan tubuh mereka sangat lemah. Terlebih warga juga kelelahan setelah mengungsi dari rumah masing-masing. Di pengungsian, debu juga berterbangan bebas.
Sementara itu, warga yang terkena penyakit kulit dan gatal-gatal karena air yang digunakan tidak bersih dan berlumpur. Banjir bandang menerjang Kota Padang pada Selasa malam lalu. Saat itu, enam orang warga dikabarkan hilang. Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Padang lumpuh. Sebanyak 322 kepala keluarga terpaksa diungsikan. Banjir bandang terjadi setelah diguyur hujan selama tiga jam. Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengaku heran kotanya diterjang banjir bandang. Padahal, hujan hanya turun tiga jam. Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga, musibah ini muncul karena maraknya praktik pembalakan liar di kawasan hutan. Kerusakan hutan pada bagian hulu sungai mengakibatkan erosi. Kemudian terjadi penumpukan material pada daerah bantaran sungai. Sehingga mengakibatkan pendangkalan air sungai.
Banjir bandang yang menerjang Kota Padang, selain merusak puluhan rumah juga merusak dua gedung sekolah yakni, SDN 17 dan SMAN 12 di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Padang. Seperti SMAN 12, halaman sekolah, ruang belajar, perpustakaan yang dipenuhi lumpur sedalam 20 cm, mengakibatkan buku-buku, komputer praktek siswa serta meja belajar rusak.
Sekolah yang menampung 920 siswa ini, terkena lumpur banjir bandang karena lokasi sekolah berdekatan dengan bantaran Sungai Batang Kuranji, dengan jarak sekira 50 meter. Beberapa tim dari BPBD Padang, Dinas Pemadam Kebakaran Padang dibantu Dinas Pemadam Kebakaran dari Padang Panjang terlihat membersihkan ruang sekolah dengan menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran. "Ada 20 ribu buku baru di pustaka rusak dan berlumpur, itu tidak bisa dipakai lagi, kerugian buku-buku baru itu mencapai Rp300 juta. Sebanyak 26 lokal masuk lumpur sedalam 20 cm," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Erlinawati,
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Padang Mayeldi Ansrullah mengatakan untuk biaya pembersihan sekolah ini sudah dianggarkan dalam dana Tanggap Darurat sebanyak Rp200 juta. ”Sedangkan untuk biaya membeli buku-buku dan peralatan komputer sekolah ini juga sudah ada MoU dari Kementerian Pendidikan Nasional dan itu sudah disiapkan, tinggal mevalidkan data total kerusakan sekolah ini,” ujarnya saat memantau pembersihan sekolah.
Sementara itu, di Kelurahan Gurun Laweh, sekira 200 orang mulai mendatangi pos kesehatan yang didirikan oleh Garuda Indonesia, sekitar 50 persen mengalami gangguan pernapasan atau Ispa akibat debu lumpur yang kering dan selebihnya mengalami penyakit kulit akibat air kotor. ”Hasil pemeriksaan kita kepada masyarakat ada sekitar 200 orang menderita penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) dan penyakit kulit, umumnya diderita oleh anak-anak dan selebihnya orang dewasa,” kata Dokter Setyo Junianto
Sejumlah relawan, yang sebagian besar adalah guru-guru sekolah dasar, hari ini melakukan kegiatan pemulihan trauma bencana banjir kepada 56 orang anak. Mereka merupakan korban banjir bandang di Kecamatan Nanggalo Padang, Sumatera Barat, dan kini masih menempati lokasi pengungsian, Sabtu (28/7/2012).
Raju, Koordinator Sukarelawan, mengatakan untuk menghilangkan rasa takut anak-anak diajak belajar sambil bermain dan menciptakan suasana gembira. Dia berharap, dengan pelaksanaan kegiatan ini anak-anak ini bisa kembali ceria dan tidak trauma dengan peristiwa yang melanda kampung mereka. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menilai kerugian atas banjir bandang pada Selasa 24 Juli lalu mencapai Rp15,49 miliar. Kerugian itu tercatat di enam kecamatan yang ada di Kota Padang.
Data yang tercatat hingga Kamis 26 Juli, masih terdapat 3.636 pengungsi. Sedangkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat berjumlah 95 unit, kerusakan sedang 172 unit, dan 249 unit bangunan rusak ringan. Kerugian banjir bandang yang melanda Padang, Sumatera Barat, pada Selasa 24 Juli kemarin malam diperkirakan mencapai Rp15,49 miliar. Kerugian itu tercatat di enam kecamatan yang ada di Kota Padang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Kamis (26/7/2012), hingga saat ini masih terdapat 3.636 pengungsi. Sedangkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat berjumlah 95 unit, kerusakan sedang 172 unit, dan 249 unit bangunan rusak ringan. Sampai saat ini, tim terpadu BPBD kota padang, terus memberikan bantuan makanan, beras, tenda, serta selimut kepada pengungsi.
Kepala BPBD Kota Padang, Deddy Henidal, mengatakan, pemkot telah menyatakan tanggap darurat sejak Rabu 25 Juli sampai 15 hari ke depan. “Kita masih melihat perkembangannya, kalau masih belum selesai maka tanggap darurat akan kita perpanjang,” kata Deddy.
“Sementara itu, tim kesehatan sudah mendirikan pusat kesehatan yang dibantu oleh TNI. Kami juga meminta kepada masyarakat jika ada yang sakit selama di pengungsian segera berobat di empat pos yang telah didirikan dan di puskemas terdekat. Kita sudah menyediakan itu, “ tandasnya
sumber : okezone
