Masih banyak para pelajar yang harus berjuang keras untuk mengeyam pendidikan, seperti dialami para pelajar asal Desa Aek Bottar, Kecamatan Tukka dan Desa Mungkur, Kecamatan Kolang di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Mereka harus berjalan kaki sejauh 10 kilometer dan melalui tempat-tempat berbahaya untuk pergi ke sekolah, SMP Negeri 21. Para siswa harus menyeberangi dua sungai beraliran deras dan melintasi hutan belantara yang dipenuhi hewan-hewan liar.
Namun kondisi tersebut tak menyurutkan semangat mereka menuntut ilmu. Jika hujan turun, medan yang mereka lalui akan lebih berat lagi. Para siswa terpaksa tidak bersekolah jika air sungai yang mereka seberangi meluap. “Jika air naik dan deras kami tidak sekolah,” ujar dona. Beruntung, pihak sekolah tetap memberikan kelonggaran terhadap para siswa asal dua desa itu.
Hanya satu permintaan dona kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah agar membangun jembatan atau jalan alternatif menuju sekolah.
