Jakarta
Mantan Ketum Golkar sekaligus mantan Wapres Jusuf Kalla tak takut
dipecat Golkar kalau dia kemudian maju Pilpres dengan Parpol lain."Tentu
kita menghargai, itu kan hak Golkar. Sama seperti saya dulu
mendeklarasi. Tentu kita menghargai itu dan menghormati itu," kata JK
mengapresiasi deklarasi pencapresan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Hal ini disampaikan JK kepada wartawan sebelum acara diskusi di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Namun deklarasi pencapresan Ical, menurut JK tidak menutup peluang tokoh Golkar lain maju pilpres baik sebagai capres maupun cawapres. AD/ART Golkar, menurut JK, tidak mengatur pemecatan kader yang nyapres atau maju sebagai cawapres dengan kendaraan lain. "Saya tidak membaca itu ada sanksi, dalam AD/ART nggak ada juga. Itu kan yang tertinggi dalam partai. Tapi kalau itu diterapkan itu terserah saja. Saya sama sekali tidak merasa terganjal,"katanya.
Namun kalau kelak dia nyapres atau maju sebagai cawapres kemudian dipecat Golkar, JK tak masalah. Dia menghormati apapun keputusan Golkar. "Ngga apa-apa. Selama kita tidak pakai Partai Golkar juga nggak apa-apa. Mau pecat dua kali, tiga kali juga tidak ada soal. Silahkan aja kan,"pungkasnya.
Namun deklarasi pencapresan Ical, menurut JK tidak menutup peluang tokoh Golkar lain maju pilpres baik sebagai capres maupun cawapres. AD/ART Golkar, menurut JK, tidak mengatur pemecatan kader yang nyapres atau maju sebagai cawapres dengan kendaraan lain. "Saya tidak membaca itu ada sanksi, dalam AD/ART nggak ada juga. Itu kan yang tertinggi dalam partai. Tapi kalau itu diterapkan itu terserah saja. Saya sama sekali tidak merasa terganjal,"katanya.
Namun kalau kelak dia nyapres atau maju sebagai cawapres kemudian dipecat Golkar, JK tak masalah. Dia menghormati apapun keputusan Golkar. "Ngga apa-apa. Selama kita tidak pakai Partai Golkar juga nggak apa-apa. Mau pecat dua kali, tiga kali juga tidak ada soal. Silahkan aja kan,"pungkasnya.
JK Jawab 'Pinangan' Gerindra Jadi Cawapres Prabowo
Jusuf Kalla merespon niat Gerindra meminangnya menjadi cawapres Prabowo.
JK belum mengambil keputusan, masih terus menganalisa perkembangan
politik. "Belum kita pikirkan, masih lama. Belum kita pikirkan
karena juga tidak resmi baru di media dan masih jauh. Yah, sampai
sekarang tentu saya belum aktif kita lihat saja dulu," kata JK saat
dikonfirmasi mengenai tawaran Gerindra menjadi cawapres Ketua Dewan
Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan JK kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
JK memang telah melakukan komunikasi dengan partai-partai yang mendorongnya menjadi capres maupun cawapres, seperti Nasdem dan Gerindra. Namun hingga saat ini belum ada pembicaraan resminya. "Enggak belum ada, ya itu secara pribadi kita banyak bicara-bicara tapi tidak resmi. Kita lihatlah,"ungkapnya. Lalu bagaimana kalau rakyat masih menginginkan JK menjadi capres atau cawapres? Kemudian tawaran datang dari berbagai parpol?
"Ya terimakasih saja," jawab JK sembari tersenyum.
JK memang telah melakukan komunikasi dengan partai-partai yang mendorongnya menjadi capres maupun cawapres, seperti Nasdem dan Gerindra. Namun hingga saat ini belum ada pembicaraan resminya. "Enggak belum ada, ya itu secara pribadi kita banyak bicara-bicara tapi tidak resmi. Kita lihatlah,"ungkapnya. Lalu bagaimana kalau rakyat masih menginginkan JK menjadi capres atau cawapres? Kemudian tawaran datang dari berbagai parpol?
"Ya terimakasih saja," jawab JK sembari tersenyum.
sumber : detikNews

